Menaikkan Harga BBM, Bukti Demokrasi Hanya Ilusi PDF Cetak E-mail
Oleh redaksi   
Rabu, 09 Mei 2012 11:49

Pemerintah sudah kelewat tega, BBM benar-benar akan dinaikkan meski sempat ditunda awal april lalu. Masa pak Beye memang berbeda dengan era orde baru, kalau waktu orde baru menaikkan BBM itu diam-diam, misalnya malamnya rapat paginya BBM sudah naik tetapi klo pak Beye kenaikkan BBM bebarapa bulan yang lalu sudah diumumkan bahwa BBM akan naik maka hal itu mengundang respon dari masyarakat bahkan hasil survei mengatakan rakyat Indonesia yang menolak BBM sekitar 86,6 persen, namun pemerintah benar-benar tidak memperdulikan jeritan rakyar, seakan-akan “ngapain perdulikan rakyat kita sekarang kan sudah enak” haduh, inilah fakta demokrasi itu bohong besar, demokrasi yang katanya dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat itu hanya bualan, hanya dijadikan sebagai alat untuk meraih kekuasaan semata, rakyat telah diperalat pada masa kampanye, dibohongi dan diberi janji-janji manis namun setelah terpilih dicampakan.

BBM merupakan salah satu urat nadi kebutuhan masyarakat, tidak heran jika BBM naik rakyat banyak yang menjerit, karena semua kebutuhan akan naik baik itu barang maupun jasa dan biasanya setelah naik tidak akan turun lagi.

 

Campakan Demokrasi !

Demokrasi sudah cacat dari lahir, demokrasi yang mengatakan suara rakyat suara Tuhan, demokrasi yang mengatakan kedaulatan ditangan rakyat  telah dibohongi, yang ada demokrasi hanya dimanfaatkan oleh segelintir orang saja yaitu para kapitalis,  demokrasi tidak dapat hidup selain di bawah edologi kapitalisme. Kita sebagai seorang muslim harus jernih memandang demokrasi, kita harus memandang demokrasi secara utuh bukan sepenggal-sepenggal, didalam demokrasi ada musyawarah, ada pemilu, itu adalah sepengagal-sepenggal tetapi kita memandanganya sebagai sebuah system yang telah mengesampingkan Allah sebagai pembuat hukum dan menyerahkannya kepada manusia inilah system demokrasi yaitu system kufur karena telah menduakan Allah SWT.

Allah tetelah mengingatkan kepada kita,

“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kami hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya” (TQS an-Nisaa [4]: 65)

Begitu pula Allah telah member gelar kafir, dzolim dan fasik kepada orang yang tidak berhukum kepada Allah SWT.

Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir (TQS al Maaidah [5] : 44)

Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim. (TQS al Maaidah [5] : 45)

Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik (TQS al Maaidah [5] : 47)

Ayat-ayat di atas sudah cukup jelas untuk memaparkan bahwa demokrasi itu adalah system kufur yang haram untuk diadopsi , bahkan faktanya sekarang demokrasi membawa kefasatan. WaLlahu a’lam.[]

Oleh : Achmad Effendi (BKLDK Tuban)

LAST_UPDATED2
 

Add comment

Security code
Refresh

Template designed by: kafi