Pernyataan Sikap
Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus
"Anteklah yang Menerima Obama,
Menerima Obama = Merestui Penjajahan !"
Presiden negara penjajah Barack Obama pada sekitar tanggal 20 - 22 Maret 2010 akan berkunjung ke negeri ini. Ibarat boss besar yang ingin memastikan ladang miliknya aman, kedatangan Obama ke Indonesia adalah untuk memastikan bahwa ladang Amerika yang bernama Indonesia ini tetap aman untuk dikuras. Serta memastikan sang penguasa ladang tetap setia menjaga kepentingan-kepentingan Amerika. Penguasa ladang itu adalah Presiden Indonesia.
Akan tetapi, sang penguasa Indonesia kemudian mengungkapkan bahwa kita akan menjalin kerjasama dalam bidang lingkungan, energi dan pendidikan serta peningkatan pertumbuhan ekonomi; mencakup berbagai bidang, dalam kerja sama ini kedua negara akan duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi sebagai equal partner. Entah ungkapan ini adalah ungkapan untuk menghibur diri, entah ungkapan untuk menipu rakyat, tetapi mustahil ungkapan itu adalah ungkapan pemimpin yang lurus!
Lalu mengapa masih saja berteman dengan negara macam itu?! Dan kenapa pula kedatangan pemimpinnya ke negeri ini malah dihormati dan dimuliakan?! Kemuliaan macam apa yang dimiliki oleh Amerika yang setiap saat bisa mencabut nyawa siapa saja bahkan sekalipun nyawa anda yang saat ini berencana menyambutnya!
Jika sebelum Obama datang Indonesia sudah dikuras habis-habisan; sudah mendatangkan banyak sekali kerugian, lantas bagaimana ketika Obama datang ke Indonesia? Dengan kerjasama yang akan dibangun di berbagai bidang, tentunya akan semakin membuat Indonesia masuk lebih jauh kedalam kungkungan penjajahan Amerika. Amerika untung, Indonesia buntung; lebih spesifik yang buntung adalah rakyat. Sedangkan penguasa termasuk yang untung karena citra dimata AS meningkat, dengan begitu kekuasaannya bisa langgeng. Tidak lagi menjadi rahasia bagi siapapun yang mau berkuasa di negeri ini maka dia mesti minta restu Amerika; lebih spesifik penguasa itu adalah SBY dan beberapa orang dekatnya. Jajaran penguasa di bawahnya tidak semuanya untung ada juga yang buntung.
Aparat keamanan yang berfungsi menjaga pertahanan negara misalnya, jelas akan kehilangan wibawa. Karena konstitusi negara menyatakan bahwa segala bentuk penjajahan dunia harus dihapuskan. Karena tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan prikeadilan. Amerika adalah negara penjajah nomor satu dunia. Mestinya aparat keamanan yang diamanahkan menjalankan konstitusi tersebut menghapus penjajahan yang dilakukan Amerika yang masih berlangsung hingga kini bukan malah ikut-ikutan berteman dan menyambutnya dengan baik.
Oleh karena itu, Badan Koordinasi Nasional Lembaga Dakwah Kampus menyatakan:
1. Sungguh, tidak ada bedanya antara Bush dan Obama. Keduanya sama-sama pemimpin negara yang menjalankan Ideologi Syetan Kapitalisme, yang memiliki sifat menjajah, merampas, mengeruk, mengeksploitasi, merusak dan semua keburukan. Bahkan keduanya sama-sama doyan perang. Ini terbukti dari tidak satupun kebijakan perang yang dirintis Bush dirubah apalagi dihentikan oleh Obama, tangan keduanya berlumuran darah kaum muslim.
2. Kedatangan pemimpin negara penjajah itu tidak layak disambut apalagi dimuliakan. Terlebih lagi, kedatangan Obama dipastikan akan semakin mengokohkan penjajahan ekonomi dan juga mengokohkan sistem kapitalis sekuler yang telah nyata menjadi sumber problematika di Indonesia. Jika ada yang dengan senang hati menyambut penjajah maka tidak bisa ditafsirkan lain kecuali yang menyambut adalah antek penjajah itu! Oleh karena itu, kami menyeru umat Islam untuk tegas menolak kedatangan Obama si presiden penjajah!!!.
3. Menyeru kepada semua komponen masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan tipu daya Amerika dan SBY dengan ungkapan-ungkapan "kerjasama berdiri sama tinggi duduk sama rendah" Tidak kurang sejarah mengajarkan betapa setiap kerjasama dengan Amerika berakhir dengan kerugian, Amerika tidak menjalin kerjasama dengan negara lain kecuali untuk kepentingannya sendiri.
4. Menyeru kepada seluruh komponen masyarakat untuk memberikan loyalitas hanya kepada perjuangan penegakkan Islam secara kaffah. Sebab, hanya sistem Islam yang diterapkan secara sempurna dalam bingkai negara Khilafah saja yang mampu memberikan jaminan rahmat, kemakmuran, kedamaian, keadilan dan wibawa sebagai sebuah negara.
Badan Eksekutif Koordinator Nasional
Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus
CP: 087884960795




