“Pada dasarnya kami mendukung aksi yang akan diadakan BKLDK” ungkapan H. Amidan dalam tanggapannya terkait Audiensi teman-teman BKLDK Pusat dan BKLDK Jakarta untuk sosialisasi Aksi Tolak Obama, Kamis (04/03/2010) di Kantor MUI pusat. Tidak berbeda dengan pernyataan Hj. Tuti Alawiyah, beliau juga mendukung. Hanya, beliau mengatakan bahwa Islam di Indonesia harus dipahami berbeda dengan Islam di Timur Tengah. Jadi, BKLDK diminta untuk tetap menunjukkan wajah ramah Islam dan tanpa kekekerasan walau harus tetap kritis “Asalkan jangan menggunakan jalan kekerasan walaupun kita harus tetap kritis” itulah sepenggal tanggapannya.
Aksi Nasional BKLDK dijadwalkan 5 dan 12 maret pukul 14.00-16.00 dengan target berbeda. 5 Maret di depan DPR dan 12 maret di Kedubes AS dan Istana Negara.
Sebelumnya, Fikri selaku BE Kornas BKLDK menjelaskan mengapa BKLDK mengadakan Aksi Tolak Obama ini. Dalam pernyataannya, Obama tidak berbeda jauh dengan Bush, hanya berbeda masalah alat dan cara yang sifatnya teknis semata, terutama dengan penggunaan smart powernya. Tetapi, metode penjajahan yang selama ini dilakukan terhadap negeri-negeri Islam pada hakikatnya sama saja.
Obama telah “menyihir” umat Islam termasuk tokoh-tokoh Islam sehingga tetap merasa harus menerimanya dan berharap agar Obama bisa menjadi jalan agar dialog dan perdamaian antara barat dengan Islam bisa terjadi. Dengan keadaan seperti itu, BKLDK merasa prihatin, “kami melihat keadaan ini memperihatinkan, padahal jelas-jelas Obama telah memerangi umat Islam dan selalu melanggar janji-janjinya untuk membuat bumi ini damai” tegas Fikri. Fakta-fakta menunjukkan bahwa sejak Obama memimpin Amerika, penjajahan dan pembunuhan negeri dan umat muslim baik di Irak, Palestina, Afganistan, Pakistan dan negeri-negeri lain akibat pendudukkan oleh tentara Amerika malah semakin meningkat.
Obama adalah representasi Amerika, karena dia adalah pemimpin Negara Itu. Kedatangannya adalah bukan sekedar untuk romantisme sejarah bahwa dia pernah tinggal di Indonesia. BKLDK menganggap Obama memiliki misi politik lain. Alasan itu hanyalah untuk menutupi misi politiknya yang jauh lebih berbahaya. Yaitu, mencengkram Indonesia DENGAN IDEOLOGI KAPITALISMENYA.
BKLDK menganggap selain kedatangannya yang harus ditolak karena alasan bahwa Obama adalah presiden Negara muharriban fi’lan (Negara yang memerangi negeri-negeri kaum muslim) yang sekaligus berstatus kafir harbi. Obama juga harus ditolak karena dia mempunyai misi untuk mendukung sistem ekonomi liberal yang telah menyebabkan skandal Century yang sekarang sedang memiliki kepecercayaan rendah untuk dilanjutkan diterapkan kembali. Sistem ekonomi ini sebelumnya juga telah menyebabkan skandal-skandal besar BLBI dan Bali yang telah merugikan Negara sekitar 1000 trilyun. Nah, Obama mencoba untuk menenangkan dan menjaga agar Indonesia tetap tenang dan tetap menggunakan sistem ekonomi yang bobrok ini, agar dia selalu bisa mencengkram Indonesia dan membuat Indonesia selalu membebek kepada Amerika.
Kemudian proses liberalisasi agama yang puncaknya diadakan uji materi oleh kelompok aliansi kebebasan beragama tentang UU penistaan agama yang harus dicabut, juga merupakan sesuatu yang tidak bisa kita lepaskan dengan kedatangannya. Amerika sebagai pengusung Ideologi Kapitalis-sekular-liberal juga tentu menginginkan dalam bidang ini bisa terealisasi sekularisasi dan liberalisasi agama di Indonesia. Kedatangannya tentu memberikan support terhadap hal ini.
Dengan ungkapan tersebut, jajaran MUI pusat memberikan pernyataan bahwa mereka memberikan dukungan dan izin jika BKLDK mau menggunakan momentum ini untuk Aksi dan mengkritisi presiden Amerika tersebut. (Redaksi)






