Berita Kampus
Mahaiswa Menolak Lady Monster Gaga PDF Cetak E-mail
Oleh redaksi   
Jumat, 25 Mei 2012 17:45

DK.COM, Jakarta - Menanggapi rencana akan diadakannya konser penyanyi pop Lady Gaga (Mother Monster) pada 3 Juni 2012 mendatang, berbagai ormas – ormas Islam di Indonesia mengadakan berbagai aksi unjuk rasa untuk menolak rencana tersebut.

Kamis (24/05), lebih dari 150 mahasiswa dari berbagai Universitas yang tergabung dalam Mahasiswa Hizbut Tahrir Indonesia mengadakan aksi besar – besaran untuk menolak kedatangan Lady Gaga. Di dalam aksinya tersebut mereka menghimbau kepada seluruh umat Islam di Indonesia untuk bersama - sama menolak kedatangan Lady Gaga ke Indonesia. Karena Lady Gaga merupakan artis pemuja iblis yang akan merusak akidah dan akhlak para pemuda di Indonesia. Dalam setiap konsernya Gaga selalu melakukan ritual – ritual syirik yang membahayakan akidah. Bahkan dengan terang – terangan dia selalu menggunakan simbol – simbol iblis di setiap aksi panggungnya.

“Membiarkan Lady Gaga konser di Indonesia berarti kita telah membiarkan Iblis menyebarkan paham – paham sesat kepada kaum muslim di Indonesia!”, pekik salah orator aksi.

Menurut mereka, kedatangan Lady Gaga ke Indonesia juga memiliki misi untuk menyebarkan paham – paham liberalisme di Indonesia. Syair – syair lagu yang dibawakan selain mengandung unsur penyembahan terhadap setan, mengajak kepada paham lesbian, transgender dan homoseksual. Selain itu penampilan Lady Gaga yang selalu mengumbar aurat akan  menimbulkan kemaksiatan – kemaksiatan semakin merajalela. Tingkat pergaulan bebas pemuda – pemuda muslim di indonesia yang semakin mengkhawatirkan, ditambah lagi kedatangan Lady Gaga yang membawa paham liberalisme, maka bisa dibayangkan kerusakan yang akan terjadi di masa yang akan datang.

Massa juga tidak hanya menolak konser yang diadakan oleh Lady Gaga yang gemar mengumbar aurat. Akan tetapi mereka juga mengecam terhadap konser – konser musik yang ada di berbagai daerah di Indonesia yang menampilkan artis – artis pengumbar aurat. Bahkan tayangan – tayangan televisi yang mengumbar aurat juga mereka dengan tegas mengecamnya.

Mereka menilai saat ini pemerintah tidak memiliki rasa kepedulian terhadap akidah rakyatnya, sehingga selalu terjadi pendangkalan akidah dimana – mana. Sebagai contoh sikap acuh pemerintah terhadap akidah umat saat ini adalah dengan bersikap “diam” terhadap rencana konser Ratu Iblis Lady Gaga ini.

“Seharusnya pemerintah berada di garda paling depan untuk menolak konser yang akan diadakan di Senayan tersebut, tapi nyatanya?” ungkap salah satu peserta aksi.

Massa juga menyerukan kepada seluruh masyarakat bahwa tidak ada solusi lain yang bisa menjaga akidah umat selain syariah dan khilafah. Pemerintah yang bersikap diam terhadap masalah ini (Lady Gaga red.) adalah pertanda bahwa pemerintah sudah tidak mampu lagi menjaga akidah umat. Karena saat ini sistem yang dipakai oleh pemerintah adalah sistem demokrasi kapitalisme yang sekuler. Sistem demokrasi tidak mungkin dapat mengatur urusan umat manusia apalagi perkara akidah. Untuk itulah, jalan satu – satunya hanyalah menerapkan aturan – aturan yang berasal dari Allah SWT, yaitu Syariah Islam dalam bingkai Khilafah 'ala Minhajinnubuwwah.

Aksi yang berlangsung damai ini ditutup dengan doa. Dalam doanya tersebut mereka meminta kepada Allah agar menjaga akidah umat Islam di Indonesia, selalu meridhoi perjuangan mereka, dan segera memberikan pertolongan – Nya dengan menegakkan syariah dalam bingkai Khilafah Islam.[]deddy wahyudi

LAST_UPDATED2
 
Reformasi Gagal; Saatnya Revolusi Islam, Menuju Tegaknya Syariah dan Khilafah PDF Cetak E-mail
Oleh redaksi   
Senin, 21 Mei 2012 18:02

DK.COM, Jakarta - Mahasiswa Islam dari berbagai kampus diantaranya UI, USNI, Gunadarma, UIN Jakarta, PTDI, UIJ, IPB, STIE Trianandra dan ITI yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa (GEMA) Pembebasan kembali melakukan aksi turun kejalan pada Senin (21/5) di depan Istana Negara.

Longmarch aksi yang dimulai dari depan Pintu Tenggara Monas menuju kediaman penguasa Indonesia; Istana Negara, penuh dengan pekikkan Takbir dan teriakan-teriakan Kegagalan Demokrasi.

“Demokrasi…Demokrasi….Demokrasi Pasti Mati….!!!!!”, tegas para aktivis Gema Pembebasan.

Puncak aksi yang sebelumnya di awali oleh para aktivis Gema Pembebasan Jakarta Raya dengan agenda konvoi bersama ke berbagai kampus-kampus yang tersebar di sekitar Jakarta Raya (18/5), merupakan bentuk keseriusan mereka dalam hal memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang sejatinya adalah kegagalan Nasional selama pasca Reformasi 98.

Reformasi yang digagas pada tahun 98 untuk kesejahteraan negri ini ternyata GATOT (Gagal Total). Kegagalan Indonesia menempati urutan 64 dari 177 negara yang ada di dunia. Hal ini merupakan prestasi yang sangat memprihatinkan bagi Negri gemah roh jinawi dengan limbunan kekayaan alam melimpah ruah yang tersebar dari ujung Barat Sumatra hingga ujung Timur Papua.

“Gedung Putih yang terpampang dihadapan kita saat ini adalah gedung mewah!!! Namun, sungguh aneh! Kemewahan itu justru tak berdampak kepada kita (rakyat .red)”, tegas Faiz; selaku aktivis Gema Pembebasan dari kampus PTDI

Kasus korupsi kian waktu, semakit giat terjadi di negri ini. Kebangkitan yang justru seharusnya menjadi idaman rakyat, malah menjadi mimpi buruk bagi rakyat.

“Selama 14 tahun sudah kita melewati tahun-tahun kebangkitan Nasional, namun semakin kain banyak waktu; kebangkitan itu justru menjadi wajah baru penguasa untuk membodohi rakyat”, tegas Farid; selaku aktivis Gema Pembebasan dari kampus UIJ.

Jargon-jargon yang bertuliskan “Demokrasi Sistem Kufur” terpampang jelas dihadapan para pengguna jalan Merdeka Utara, Jakarta Utara.

Para orator perwakilan komisariat GEMA Pembebasan dari berbagai kampus memaparkan kegagalan reformasi 98 dan mengajak seluruh elemen masyarakat bergerak menggugat Kegagalan Reformasi dilanjutkan dengan pembacaan pernyataan sikap politik Gema Pembebasan oleh Dimas Gusti Randa selaku Ketua Umum Penggurus Gema Pembebasan Pusat.

Karena sejatinya kebangkitan yang hakiki adalah suatu kebangkitan yang menjawab semua problematika rakyat (umat .red). Hanya dengan Syariah, rakyat akan sejahtera. Hanya dengan Khilafah, Syariah dapat diterapkan.

Di akhir aksi, Inshany al-Fatah MRv menutup acara dengan pembacaan do’a. Massa aksi bubar dengan tertib dan damai.[]ian

Puluhan Mahasiswa Islam dari berbagai kampus diantaranya UI, USNI, Gunadarma, UIN Jakarta, PTDI, UIJ, IPB, dan STIE Trianandra dan ITI yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa (GEMA) Pembebasan kembali melakukan aksi turun kejalan pada Senin (21/5) di depan Istana Negara.

Longmarch aksi yang dimulai dari depan Pintu Tenggara Monas menuju kediaman penguasa Indonesia; Istana Negara, penuh dengan pekikkan Takbir dan teriakan-teriakan Kegagalan Demokrasi.

“Demokrasi…Demokrasi….Demokrasi Pasti Mati….!!!!!” tegas para aktivis Gema Pembebasan

Puncak aksi yang sebelumnya di awali oleh para aktivis Gema Pembebasan Jakarta Raya dengan agenda konvoi bersama ke berbagai kampus-kampus yang tersebar di sekitar Jakarta Raya (!8/5), merupakan bentuk keseriusan mereka dalam hal memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang sejatinya adalah kegagalan Nasional selama pasca Reformasi 98.

Reformasi yang digagas pada tahun 98 untuk kesejahteraan negri ini ternyata GATOT (Gagal Total). Kegagalan Indonesia menempati urutan 64 dari 177 negara yang ada di dunia. Hal ini merupakan prestasi yang sangat memprihatinkan bagi Negri gemah roh jinawi dengan limbunan kekayaan alam melimpah ruah yang tersebar dari ujung Barat Sumatra hingga ujung Timur Papua.

“Gedung Putih yang terpampang dihadapan kita saat ini adalah gedung mewah!!! Namun, sungguh aneh! Kemewahan itu justru tak berdampak kepada kita (rakyat .red)” tegas Faiz; selaku aktivis Gema Pembebasan dari kampus PTDI

Kasus korupsi kian waktu, semakit giat terjadi di negri ini. Kebangkitan yang justru seharusnya menjadi idaman rakyat, malah menjadi mimpi buruk bagi rakyat.

“Selama 14 tahun sudah kita melewati tahun-tahun kebangkitan Nasional, namun semakin kain banyak waktu; kebangkitan itu justru menjadi wajah baru penguasa untuk membodohi rakyat” tegas Farid; selaku aktivis Gema Pembebasan dari kampus UIJ.

Jargon-jargon yang bertuliskan “Demokrasi Sistem Kufur” terpampang jelas dihadapan para pengguna jalan Merdeka Utara, Jakarta Utara.

Para orator perwakilan komisariat GEMA Pembebasan dari berbagai kampus memaparkan kegagalan reformasi 98 dan mengajak seluruh elemen masyarakat bergerak menggugat Kegagalan Reformasi dilanjutkan dengan pembacaan pernyataan sikap politik Gema Pembebasan oleh Dimas Gusti Randa selaku Ketua Umum Penggurus Gema Pembebasan Pusat.

Karena sejatinya kebangkitan yang hakiki adalah suatu kebangkitan yang menjawab semua problematika rakyat (umat .red). Hanya dengan Syariah, rakyat akan sejahtera. Hanya dengan Khilafah, Syariah dapat diterapkan.

Di akhir aksi, Insani selaku aktivis Gema Pembebasan UIJ menutup acara dengan pembacaan do’a. Massa aksi bubar dengan tertib dan damai. [] ian
LAST_UPDATED2
 
Dialog Intelektual Aktifis Kampus (DIALEKTIKA) #8 PDF Cetak E-mail
Oleh redaksi   
Jumat, 18 Mei 2012 17:00

DK.COM, Bandung - Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (MHTI) kampus Bandung kembali mengadakan DIALEKTIKA (Dialog Intelektual Aktivis Kampus) pada tanggal 17 Mei 2012. Agenda yang dilaksanakan untuk ke delapan  kalinya ini dilaksanakan di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bumi Siliwangi dan diikuti oleh lebih dari 40 aktivis mahasiswi dari berbagai kampus di Bandung (ITB, UNPAD, UPI, UIN, UNIKOM, UNISBA, dan kampus-kampus swasta lainnya).

Dialektika kali ini mengangkat tema “Satukan Suara Mahasiswa : Bebaskan Generasi dari Pragmatisme Pendidikan”. DIALEKTIKA kali ini membuat para peserta dari kalangan aktivis berlomba-lomba untuk mengungkapkan pendapatnya dan sangat antusias untuk mengeluarkan gagasan dalam rangka mewujudkan generasi yang cemerlang di tengah fakta generasi yang terpuruk.

Pada awal sesi, peserta diajak untuk menyamakan persepsi terkait makna  generasi cemerlang serta perannya dalam membangun bangsa. Peserta pun memaparkan fakta bahwasanya generasi saat ini masih sangat jauh dari kata “berkualitas”. Selanjutnya, peserta mengenalisa penyebab rusaknya generasi dan hubungannya dengan kebobrokan sistem pendidikan pragmatis saat ini serta unsur-unsur lain yang mempengaruhi keberlangsungan sistem pendidikan dalam rangka mewujudkan generasi terbaik khoiru ummah.

Meski berbagai pendapat dilontarkan oleh peserta, namun terdapat kesatuan suara bahwasanya generasi cemerlang adalah generasi cerdas yang mumpuni intelektualnya dan beraqidah islam, berakhlaq mulia, serta menjadikan Islam sebagai standar dalam kehidupannya serta memiliki kepedulian yang tinggi akan lingkungannya.  Buruknya kualitas generasi saat ini tentu tak lepas dari kualitas pendidikan yang diterapkan di negeri ini yang dikuasai oleh arus pragmaisme, namun memang bukan hanya pendidikan yang bertanggung-jawab, banyak faktor yang ikut mempengaruhi baik-buruknya kualitas generasi, diantaranya yakni sistem politik dan ekonomi suatu negara serta kehidupan berkeluarga dan kehidupan masyarakat.

Diskusi ini ditutup dengan menyatukan suara bahwasanya hanya sistem Islam yang dapat menciptakan  generasi cemerlang, dan yang harus dilakukan oleh mahasiswa adalah dakwah untuk mewujudkan sistem Islam dalam naungan Daulah Khilafah Islamiyah. Selain itu diskusi ini pun ditutup dengan ajakan kapada para aktivis yang hadir di Dialektika untuk menghadiri KIMB (Konferensi Intelektual Muslimah untuk Bangsa ) yang mengambil tema “Khilafah: Jalan Baru Intelektual Muslimah Melahirkan Generasi Cemerlang”, Ahad, 20 Mei 2012, di Graha Sabha Widya, Makara UI, Jakarta yang akan dihadiri oleh intelektual muslimah dari berbagai penjuru nusantara dan yang akan juga dihadiri oleh intelektual dari Britain, Dr. Nazreen Nawaaz. Konferensi ini pun hendak mengembalikan kiblat para intelektual di negeri ini dari Barat kepada Islam.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Acara Dialog Intelektual Aktivis Kampus (DIALEKTIKA) di Universitas Pendidikan  Indonesia Bandung dibuka oleh seorang MC yang sangat bersemangat membuka acara tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak kalah semangatnya, Moderator Fenti Fempirina (Mahasiswi Ilmu Komputer UPI) memandu acara dialog tersebut sehingga mampu menstimulasi para aktivis untuk berbicara dan mengungkapkan pendapat mereka.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Inilah salah satu peserta dialektika yaitu Windy Agustinasari dari BEM FKIP Universitas Pasundan  (UNPAS) yang mengungkapkan bagaimana karakter individualistis sudah menjangkit generasi saat ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bahkan Tsani Lidziah (Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Jati Bandung) yang merupakan finalis Dai Muda ANTV mengungkapkan pendapat untuk memperbaiki generasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Akhirnya semua aktifis sepakat bahwa permasalahan generasi tidak hanya mengandalkan sistem pendidikan tapi membutuhkan sistem lain yang mendukung keberlangsungan sistem pendidikan seperti sistem ekonomi dan sistem politik negara.[]nurvictory

LAST_UPDATED2
 
MHTI Makassar Aksi Keliling Kampus PDF Cetak E-mail
Oleh redaksi   
Senin, 14 Mei 2012 21:08

 

Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (MHTI) Chapter Kampus, kembali melaksanakan aksi damai (10/5/2012). Aksi ini dalam rangka publikasi acara Konferensi Intelektual Musliman untuk Bangsa (KIMB), yang sedianya akan dilaksanakan 20 Mei 2012 mendatang, bertempat di Graha Sabha Widya, Komplek Wisma Makara, Universitas Indonesia, Jakarta.
Aksi ini diikuti oleh gabungan mahasiswa dari seluruh kampus di Makassar yang berpusat di Universitas Hasanuddin. Dimulai dari tugu Unhas, kemudian para peserta mengelilingi area kampus. Kemudian menyebarkan flyer KIMB  di titik-titik penyebaran seperti workshop, rusunawa, baruga A.P. Pettarani, dan tiap-tiap fakultas, hingga berakhir di area gedung rektorat unhas.  Orasi dibawakan oleh masing-masing perwakilan dari kampus Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Negeri Makassar (UNM)  dan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Orasi dari unhas diwakili oleh Risma Desmita, UNM diwakili oleh Evi fatawanti dan UMI diwakili oleh Khladijah . Isi orasi-orasi tersebut tentang fakta pragmatis, hedonis, materialis yang menjangkit  generasi muda khususnya aktivis kampus, fakta keterpurukan kondisi system kapitalisme serta potret generasi cemerlang yang hanya bisa dihasilkan oleh system islam dalam institusi khilafah islamiyah. Para orator menyerukan agar generasi muda segera kembali kepada fitrah mereka yang sebenarnya yaitu islam. Mereka mengatakan “tak ada ideology yang patut dijadikan solusi selain ideology Islam”. Para peserta yang berjumlah kurang lebih 50 orang ini terlihat antusias dan semangat dengan pekikan takbir dan yel-yel yang selalu mengudara yaitu Al-Mar’ah turiid khilafah Islamiyah (muslimah inginkan khilafah Islamiyah). Dengan penuh semangat mereka memekikan “Intelektual Muslimah, Penyelamat Generasi, Intelektual Muslimah Dukung Khilafah, Intelektual Muslimah Anti Kapitalisme Anti Pragmatisme”. Aksi ini berlangsung tertib dan simpatik, dimulai pukul 10.00 WITA dan berakhir pukul 13.00 WITA. (Ar)

 

DK.COM, Makassar - Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (MHTI) Chapter Kampus, kembali melaksanakan aksi damai (10/5). Aksi ini dalam rangka publikasi acara Konferensi Intelektual Musliman untuk Bangsa (KIMB), yang sedianya akan dilaksanakan 20 Mei 2012 mendatang, bertempat di Graha Sabha Widya, Komplek Wisma Makara, Universitas Indonesia, Jakarta.

Aksi ini diikuti oleh gabungan mahasiswa dari seluruh kampus di Makassar yang berpusat di Universitas Hasanuddin. Dimulai dari tugu Unhas, kemudian para peserta mengelilingi area kampus. Kemudian menyebarkan flyer KIMB  di titik-titik penyebaran seperti workshop, rusunawa, baruga A. P. Pettarani, dan tiap-tiap fakultas, hingga berakhir di area Gedung Rektorat Unhas.  Orasi dibawakan oleh masing-masing perwakilan dari kampus Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Negeri Makassar (UNM)  dan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Orasi dari Unhas diwakili oleh Risma Desmita, UNM diwakili oleh Evi fatawanti dan UMI diwakili oleh Khladijah. Isi orasi-orasi tersebut tentang fakta pragmatis, hedonis, materialis yang menjangkit  generasi muda khususnya aktivis kampus, fakta keterpurukan kondisi system kapitalisme serta potret generasi cemerlang yang hanya bisa dihasilkan oleh sistem Islam dalam institusi Khilafah Islamiyah. Para orator menyerukan agar generasi muda segera kembali kepada fitrah mereka yang sebenarnya yaitu Islam. Mereka mengatakan “tak ada ideologi yang patut dijadikan solusi selain ideologi Islam”. Para peserta yang berjumlah kurang lebih 50 orang ini terlihat antusias dan semangat dengan pekikan takbir dan yel-yel yang selalu mengudara yaitu Al-Mar’ah turiid khilafah Islamiyah (muslimah inginkan khilafah Islamiyah). Dengan penuh semangat mereka memekikan “Intelektual Muslimah, Penyelamat Generasi, Intelektual Muslimah Dukung Khilafah, Intelektual Muslimah Anti Kapitalisme Anti Pragmatisme”. Aksi ini berlangsung tertib dan simpatik, dimulai pukul 10.00 WITA dan berakhir pukul 13.00 WITA.[]ar

 

 

LAST_UPDATED2
 
Pencurian Motor Marak di Kampus PDF Cetak E-mail
Oleh redaksi   
Sabtu, 05 Mei 2012 21:48

DK.COM, Makassar - Kamis (3/5), mahasisiwa Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (FH UMI), melakukan sebuah aksi di depan Masjid Umar bin Khattab. Aksi ini digelar untuk menuntut pihak birokrat kampus, mengenai hilangnya motor para mahasiswa Fakultas Hukum.

Dari salah satu peserta aksi mengatakan, kehilangan motor ini sudah terjadi ketiga kalinya. Dan tak ada sama sekali upaya oleh pihak birokrat untuk menangani kehilangan motor ini. Oleh karenanya lah para mahasisiwa melakukan aksi untuk menuntut pihak birokrat, mengenai hilangnya motor para mahasisiwa.
Inilah suatu bukti amanah yang di remehkan. Walau sekecil apapun kepemimpinan yang di emban akan di hisab oleh Allah SWT.[]ukm ldk ldm umi

LAST_UPDATED2
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

Halaman 1 dari 36
Template designed by: kafi