Dakwahkampus.com

06 September 2010
-->

Berita

Bagian Admin, Redaksi dan Iklan

Alamat: Jl. Utan Kayu Raya no. 109 C Utan Kayu Jakarta Timur 13120

Dakwahkampus.com menerima tulisan artikel, opini mahasiswa, tulisan  reportase/kabar kampus serta publikasi dan video kegiatan dengan cara mengirimkan tulisan ke email  admin@dakwahkampus.com E-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya admin aatau redaksi@dakwahkampus.com E-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya Untuk tulisan opini mahasiwa atau artikel setelah memenuhi syarat, dan lulus tim verifikasi artikel/opini, maka artikel/opini akan kami tampilkan di situs ini.

Untuk opini mahasiswa jangan lupa identitas diri lengkap, sebutkan nama LDK jika antum anggota salah satu LDK.

Mohon maaf untuk sementara waktu tidak ada insentif atau imbalan apapun yang dapat diterima oleh penulis, ini sepenuhnya untuk kemajuan dakwahkampus.com

Disamping itu kami menerima space iklan untuk dimuat di situs ini sesuai dengan kesepakatan bersama untuk kemajuan dakwah kampus. Bagian iklan kirim ke
marketing@dakwahkampus.com

Terima Kasih.

Terakhir Diupdate ( Rabu, 16 Desember 2009 02:10 )

Aljazair Akan Bangun Masjid Terbesar Ketiga di Dunia

{mosimage}


















Kamis, 29 Oktober 2009
Aljazair pada hari Selasa yang lalu telah memberikan penawaran kepada perusahaan-perusahan besar untuk membangun sebuah Masjid Agung Aljazair, yang di harapkan akan menjadi masjid terbesar ketiga di dunia setelah Mekkah dan Madinah di Arab Saudi.

Calon perusahaan yang berhak ikut tender pembangunan masjid agung tersebut harus memiliki omset tahunan minimal satu billion euros ($ 1,48 milyar) dan memiliki staf permanen lebih dari 2.000 insinyur, teknisi dan staf kantor, badan nasional untuk pembangunan masjid agung yang disebut "Djamaa The Dzajair" (masjid Aljazair) akan ditentukan dalam komunike.

Terakhir Diupdate ( Jumat, 30 Oktober 2009 06:01 )

Israel Bongkar Rumah-rumah Palestina

{mosimage}Rabu, 28 Oktober 2009
JERUSALEM--Pemerintah Israel telah membongkar dua rumah Palestina dekat Jerusalem Timur Arab, Selasa, mengabaikan kekhawatiran internasional akan tindakan itu.

Kotapraja Jerusalem Israel mengatakan rumah-rumah itu dibangun tanpa izin. Palestina menyatakan izin seperti itu tidak mungkin diperoleh dan menuduh Israel akan menggunakan pembongkaran tersebut untuk memperketat cengkeramannya atas wilayah yang diduduki dan di sekitar Jerusalem.

Terakhir Diupdate ( Rabu, 28 Oktober 2009 12:43 )

Israel Hanya Beri Sedikit Air Buat Orang Palestina

{mosimage} Selasa, 27 Oktober 2009
JERUSALEM--Amnesty International, Selasa (27/10), menuduh Israel tak memberi orang Palestina akses yang memadai untuk memperoleh air sementara mengizinkan pemukim Yahudi di wilayah pendudukan Tepi Barat pasokan air dalam jumlah hampir tanpa batas. Israel, kata kelompok hak asasi manusia tersebut, membatasi ketersediaan air di wilayah Palestina dengan mempertahankan pemantauan total atas sumber air bersama dan melanjutkan kebijakan diskriminasi. "Israel memberi akses kepada orang Palestina hanya sekelumit dari sumber air bersama, yang kebanyakan berada di wilayah pendudukan Tepi Barat, sedangkan pemukim tidak saha Yahudi di sana menerima pasokan yang jelas tak terbatas," kata peneliti Amnesty Donatella Rovera dalam satu laporan.

Israel mengonsumsi air empat kali lebih banyak dibandingkan dengan orang Palestina, yang memanfaatkan rata-rata 70 liter per hari per orang, kata laporan itu --yang berjudul "Troubled water - Palestinians denied fair access to water". Amnesty menyatakan ketidak-samaan bahkan lebih mencolok di sebagian daerah Tepi Barat, tempat permukiman menggunakan air sampai 20 kali lebih banyak per kapita dibandingkan masyarakat Palestina di wilayah tetangganya yang harus bertahan hidup dengan kurang dari 20 liter air per orang per hari. "Kolam renang, lapangan yang diairi dengan baik dan pertanian dengan irigasi besdar di permukiman Israel di OPT (wilayah pendudukan Palestina) sangat bertolak-belakang dengan desa Palestina di dekatnya yang warganya bahkan harus berjuang untuk memenuhi kebutuhah air buat rumah tangga mereka."

Kementeria Luar Negeri Israel menanggapi laporan serupa oleh Bank Dunia pada April dengan mengatakan Israel "berbagi sumber air dengan rakyat Palestina dengan cara yang adil". Kementerian tersebut menyatakan rakyat Palestina "memiliki akses dua kali lebih banyak, yaitu 23,6 juta meter kubik yang mereka peroleh setiap tahun berdasarkan kesepakatan dengan Israel.

Laporan Amnesty itu menyatakan rakyat Palestina tak diperkenankan menggali sumur baru atau memperbaiki sumur lama tanpa izin dari penguasa Israel, yang seringkali tak mungkin mereka peroleh. Selain itu, banyak jalan di Tepi Barat ditutup atau dibatasi bagi lalulintas Palestina yang memaksa mobil tangki air melakukan perjalan memutar yang jauh untuk memasok masyarakat yang tak terhubung dengan jaringan air. Menurut laporan tersebut, antara 180.000 dan 200.000 orang Palestina di permukiman di Tepi Barat tak memiliki akses ke saluran air, sementara keran di banyak daerah lain seringkali kering.

Di Jalur Gaza, agresi 22 hari militer Israel yang dilancarkan pada 27 Desember merusak tempat penampungan air, sumur, jaringan limbah dan tempat pemimpaan air. Yang menambah parah keadaan, Israel dan Mesir telah menutup wilayah miskin itu bagi semuanya kecuali barang kebutuhan pokok sejak Gerakan Perlawanan Islam (HAMAS) merebut kekuasaan atas wilayah tersebut pada Juni 2007, sehingga menghambat dipertahankannya prasarana dasar. (republika.co.id, 27/10/2009)

Terakhir Diupdate ( Rabu, 28 Oktober 2009 04:04 )

Halaman 37 dari 38

dk tv "Wajah Asli Obama"

Statistik Website

Anggota : 22
Konten : 1041
Jumlah Kunjungan Konten : 219890






















 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Admin
Redaksi
Marketing

Share on facebook

Share on facebook