
Di antara 'hikmah' datangnya bulan suci Ramadhan adalah semakin tampaknya syiar persatuan, kebersamaan dan jalinan persaudaraan (ukhuwah) di antara sesama Muslim. Saat makan sahur tiba, misalnya, kaum Muslim serentak melakukannya dalam waktu yang sama. Siang harinya mereka pun menunaikan shaum bersama-sama. Begitu pula saat waktu magrib menghampiri. Puasa di siang hari segera mereka akhiri. Mereka segera berbuka. Bahkan di banyak masjid, khususnya masjid-masjid besar, nuansa persatuan, kebersamaan dan jalinan persaudaraan makin terasa saat mereka menyantap makanan berbuka secara bersama-sama; tak jarang dalam satu nampan. Saat itu tak ada prasangka, curiga dan sikap saling mencela; sepi dari sikap saling iri dan dengki; jauh dari sikap saling tuduh; dan sunyi dari segala persepsi negatif. Begitu seterusnya.



