NASIONALISME DAN PERSATUAN BANGSA (koreksi total atas sumpah pemuda 1928)
Selasa, 27 Oktober 2009 15:10
{mosimage}Sebagaimana kita ketahui bersama setiap tanggal 28 Oktober diperingati sebagai hari sumpah pemuda, sumpah pemuda diyakini oleh bangsa Indonesia sebagai momen pemersatu bangsa dan juga momen mengkokohkan nasionalisme. Masih mampukah nasionalisme itu menjadi ikatan untuk menyatukan bangsa? Hakikat Nasionalisme
Syaikh Taqiyuddin an- Nabhani ,dengan jernih menjelaskan nasionalisme ini Dalam bukunya, Nizham al- Islam, beliau membedakan nasionalisme/kebangsaan dengan patriotisme . Meskipun sama-sama lahir dari naluri mempertahankan diri. Dalam patriotisme , perasaan yang dominan adalah upaya untuk mempertahankan diri dari ancaman luar , sementara dalam nasionalisme yang dominan adalah keinginan yang muncul dari kecintaan akan kekuasaan , terutama atas bangsa – bangsa lain.
Terakhir Diupdate ( Selasa, 27 Oktober 2009 15:33 )
Dari Manajemen Anak Kost Hingga Syariat Islam (Secerca Solusi Untuk Kebangkitan Negeriku)
Senin, 26 Oktober 2009 06:26
Kehidupan mahasiswa identik dengan kehidupan kos-kosan. Walaupun kondisi anak kos tidak selalu identik dengan keprihatinan. Karena ternyata masih ada diantara mereka yang sanggup merasakan kehidupan yang glamor. namun jumlahnya tidak lebih banyak dari mereka yang hidup pas-pasan. Besar kecilnya pemasukan tergantung kiriman orang tua. Jika jatah dari orang tua habis sebelum akhir bulan, maka mulailah mereka untuk mencari pinjaman kepada teman yang dianggap lebih mampu. Bulan berikutnya kembali berutang, hanya berpindah dari satu teman ke teman yang lain.
Bagaimana jika seluruh teman sudah jadi korban peminjaman? Langkah kedua adalah menjual aset. Mulai dari dispenser, rice coocker, lemari bahkan sampai komputer. jika dari dua usaha diatas ternyata uang yang didapat belum mampu mencukupi kebutuhannya, maka ditempuhlah cara yang ketiga, yaitu memangkas pos pengeluaran penting. Misalnya jatah pembelian buku, biaya makan, ongkos praktikum.
Inilah gambaran manajem anak kos yang hidup dalam kondisi serba kurang. Disatu sisi kebutuhan hidup kian meningkat dan harus segera dipenuhi dan disisi lain biaya kuliah terus mebumbung tinggi.
Namun ironisnya manajemen anak kos seperti di atas, secara sadar diadopsi oleh negara bernama Indonesia. Sungguh tidak logis ketika negara yang bertanggung jawab terhadap ratusan juta perut rakyat mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara dengan pola pengaturan ala anak kos.
Revolusi Total atas Pemikiran 'Reformasi' dan 'Revolusi'
Kamis, 15 Oktober 2009 06:46
Tak henti – hentinya negeri ini dihadapkan pada berbagai persoalan yang sangat kompleks dan saling jalin – menjalin satu dengan yang lainnya. Kenaikan harga bahan pokok, korupsi, pengangguran, kemiskinan sistemik, tingginya tingkat kriminalitas, pornografi-pornoaksi, privatisasi, penjajahan bidang kesehatan, dll. Oleh karena itu wajar kalau mahasiswa sebagai elemen utama suatu masyarakat dengan ketinggian intelektualitasnya menginginkan adanya suatu perubahan di negeri ini. Perubahan dari terpuruk menjadi bangkit, serta dari keadaan yang serba kacau menjadi keadaan yang serba teratur.
Diantara para mahasiswa yang menginginkan kebangkitan tersebut ada yang berpendapat bahwa kita harus mereformasi total negeri ini. Ada juga yang berpendapat bahwa kita harus berevolusi total. Bahkan yang masih bingung menentukan jalan perubahan pun juga masih ada, walaupun mereka menginginkan suatu perubahan segera terjadi.
Permasalahannya muncul ketika mereka ditanya tentang reformasi ataupun revolusi. Tak jarang dari mereka yang menjawab makna reformasi ditukar dengan makna revolusi dan sebaliknya. Bahkan tak jarang juga yang malah kebingungan ketika ditanya tentang reformasi dan revolusi tersebut. Tetapi yang penting adalah mereka punya semangat untuk berubah dan mengubah, hanya saja belum tahu betul kemana harus berubah dan melalui jalan apa.
Terakhir Diupdate ( Senin, 26 Oktober 2009 06:28 )