Dakwahkampus.com

10 September 2010
-->

Mahasiswi

Amerika dan Obama; Dua Sisi Mata Uang (pasangan sejati, penebar kejahatan)

Amerika dan Obama; Dua Sisi Mata Uang (pasangan sejati, penebar kejahatan)

Siapa yang tak kenal Negara Amerika (AS) dan pemimpinnya Barack Husein Obama? Tentu sudah tidak asing lagi dengan dua nama ini. Apalagi berita kedatangan pemimpinnya ke Indonesia. Bahkan, di suatu warnet ketika saya sedang browsing, dua orang anak SD sedang ngobrol, dan salah seorang diantaranya menyinggung kedatangan Obama ke Indonesia. Luarbiasa bukan?! Pertanyaannya, sudah sejauh mana kita mengenal negara dan pemimpinnya ini?

Bukan bermaksud untuk mengumbar kejelekan suatu negara dan kepribadian seseorang, atau merasa sudah paling baik dan benar. Tetapi menyampaikan suatu kejahatan adalah wujud dari aktivitas riil dalam membela kebenaran, bukan? Walaupun itu pahit. Apalagi kejahatan yang luar biasa besar dari negara penjajah nomor satu.

Terakhir Diupdate ( Jumat, 12 Maret 2010 21:23 )

Obama: Sambut atau Tolak?

Obama: Sambut atau Tolak?

Rencana kedatangan Obama pada bulan Maret ini sepertinya tidak mendapat reaksi yang cukup keras dari masyarakat Indonesia seperti yang terjadi pada kedatangan Bush pada tahun 2006 lalu. Meskipun ada elemen umat Islam yang menunjukkan aksi penolakan, tapi sebagian besar adem ayem saja. Bahkan seorang tokoh Islam menganjurkan agar ummat Islam Indonesia tidak melakukan penolakan terhadap Obama dengan alasan kewajiban menghormati tamu.

Selama ini umat Islam mungkin terlena dengan janji-janji yang Obama dalam beberapa pidatonya yang menyatakan keinginan untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan dunia Islam. Kenyataannya, benarkah demikian? Atau justru apa yang dilakukan Obama justru semakin memperburuk kondisi umat Islam?

Kita bisa lihat dari janji Obama untuk menarik pasukan Amerika dari Irak yang sampai saat ini belum terwujud. Bahkan ia memutuskan untuk menambah 30 ribu pasukan ke Afghanistan. Data PBB menyebutkan, sepanjang tahun 2008 saja jumlah warga sipil Afganistan yang tewas meningkat 40 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Menurut data PBB, jumlah warga sipil yang tewas akibat aksi-aksi kekerasan di Afganistan pada tahun 2008 sekitar 2.100 orang. Salah satu bukti terbaru kekejaman pasukan AS adalah adanya sebuah serangan udara NATO di selatan Afganistan yang telah menewaskan 21 penduduk sipil. Persitiwa itu terjadi ketika sebuah pesawat NATO menyerang sasaran sipil yang diduga sebagai pemberontak. Pasukan NATO di Afganistan dalam sebuah pernyataan mengatakan, penduduk sipil telah terbunuh ketika mereka mendekati sebuah pasukan gabungan NATO dan Afganistan di Provinsi Uruzgan, Minggu, tetapi tidak menyebutkan jumlah korban yang tewas. (Kompas; 22/02)

Rasulullah-The Zikr

Rasulullah-The Zikr

Terakhir Diupdate ( Selasa, 09 Maret 2010 11:43 )

 
Halaman 8 dari 16

dk tv "Wajah Asli Obama"

Statistik Website

Anggota : 22
Konten : 1043
Jumlah Kunjungan Konten : 221717






















 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Admin
Redaksi
Marketing

Share on facebook

Share on facebook