Sungguh Islam adalah agama yang sempurna, mengatur semual hal dari yang besar hingga yang kecil-kecil. Islam mengurusi urusan negara juga memperhatikan urusan akhlak yang bersifat personal, seperti tatacara memakai sandal. Ya, satu hal yang nampak sepele namun nyatanya Islam punya aturan untuk itu.
Abu Hurairah radliyallâhu 'anhu pernah menyampaikan bahwasanya Rasulullah Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam bersabda, "Bila salah seorang diantara kamu memakai sandal, maka hendaklah dia memulainya dengan kaki kanan dan bila dia melepasnya, maka hendaklah dia memulainya dengan kaki kiri. Jadikanlah kaki kanan yang pertama dari keduanya dipakai dan yang terakhir dari keduanya yang dilepas (dicopot)." (HR.Bukhari).
Abu Hurairah radliyallâhu 'anhu pernah menyampaikan bahwasanya Rasulullah Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam bersabda, "Bila salah seorang diantara kamu memakai sandal, maka hendaklah dia memulainya dengan kaki kanan dan bila dia melepasnya, maka hendaklah dia memulainya dengan kaki kiri. Jadikanlah kaki kanan yang pertama dari keduanya dipakai dan yang terakhir dari keduanya yang dilepas (dicopot)." (HR.Bukhari).
Dalam kesehariannya, sebagaimana diriwayatkan 'Aisyah di dalam kitab ash-Shahîhain, Rasulullah pun selalu mendahulukan yang kanan. Saat memakai sandal, beliau mendahulukan kaki kanan. Saat mengenakan pakaian, beliau mendahulukan sebelah kanan dan begitu pula masuk masjid, beliau mendahulukan kaki kanan. Beliau mendahulukan yang kiri untuk selain hal itu; ketika masuk WC, keluar dari Masjid, melepas kedua sandal, pakaian dan semisalnya.
Di dalam masalah thaharah (bersuci), beliau mendahulukan untuk mencuci tangan kanan dan kaki kanan. Ketika mencukur di dalam manasik haji, beliau mendahulukan bagian sebelah kanan dari kepalanya atas bagian kirinya, demikianlah yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam.
Tauladan Rasulullah ini coba dijelaskan oleh Ibn al-'Arabi yang menyampaikan, "Memulai dengan yang kanan disyari'atkan terhadap semua amal shalih karena keutamaannya secara estetika lebih kuat dan secara syari'at lebih dianjurkan untuk mendahulukannya."
Islam telah menempatkan sesuatu yang kanan itu lebih mulia dibanding yang kiri. Memulai dengan yang kanan untuk hal-hal yang baik dan mengakhirinya untuk hal yang buruk.
Al-Hulaimi berkata, "Sesungguhnya memulai dengan yang kiri ketika melepas (sandal) karena memakai itu adalah suatu kehormatan dan juga karena ia (dalam posisi) menjaga (melindungi). Manakala yang kanan lebih mulia dan terhormat daripada yang kiri, maka dimulailah dengannya ketika memakai dan dikemudiankan ketika melepas (mencopot) sehingga kehormatannya tetap ada dan jatahnya dari hal itu lebih banyak."
Wallahualam.
Oleh Ihsanul Muttaqien
Di dalam masalah thaharah (bersuci), beliau mendahulukan untuk mencuci tangan kanan dan kaki kanan. Ketika mencukur di dalam manasik haji, beliau mendahulukan bagian sebelah kanan dari kepalanya atas bagian kirinya, demikianlah yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam.
Tauladan Rasulullah ini coba dijelaskan oleh Ibn al-'Arabi yang menyampaikan, "Memulai dengan yang kanan disyari'atkan terhadap semua amal shalih karena keutamaannya secara estetika lebih kuat dan secara syari'at lebih dianjurkan untuk mendahulukannya."
Islam telah menempatkan sesuatu yang kanan itu lebih mulia dibanding yang kiri. Memulai dengan yang kanan untuk hal-hal yang baik dan mengakhirinya untuk hal yang buruk.
Al-Hulaimi berkata, "Sesungguhnya memulai dengan yang kiri ketika melepas (sandal) karena memakai itu adalah suatu kehormatan dan juga karena ia (dalam posisi) menjaga (melindungi). Manakala yang kanan lebih mulia dan terhormat daripada yang kiri, maka dimulailah dengannya ketika memakai dan dikemudiankan ketika melepas (mencopot) sehingga kehormatannya tetap ada dan jatahnya dari hal itu lebih banyak."
Wallahualam.
Oleh Ihsanul Muttaqien




