Dakwahkampus.com

06 September 2010
-->

KOTA ROMA MENANTI ANDA

E-mail Cetak PDF

Pertolongan Allah akan segera datang dan khilafah rasyidah akan segera tegak. Masih ingatkah kita dengan pesan Rasulullah? Beliau menjelaskan bahwa sesudah masa kenabian adalah kekhalifahan yang mengikuti manhaj kenabian, setelah itu akan datang masa kekuasaan yang dzalim, lalu disusul masa kekuasaan yang dictator, setelah masa kediktatoran itu selesai akan muncul/tegak kembali khilafah rasyidah yang mengikuti manhaj kenabian.

Telah datang suatu masa kenabian, atas kehendak Allah, kemudian masa tersebut akan berakhir juga dengan kehendak Allah, kemudian akan datang masa khilafah rasyidah yang mengikuti metode kenabian, atas kehendak Allah. Kemudian masa tersebut juga akan berakhir dengan kehendak Allah, lalu akan datang kekuasaan yang didalamnya terdapat banyak kedzaliman (mulkan Adlon) atas kehendak Allah. Kemudian atas kehendak Allah masa itu akan berakhir. Kemudian akan datang  masa kekuasaan yang diktator atas kehendak Allah. Dan masa itupun akan berakhir atas kehendak Allah. Kemudian akan muncul kembali masa khilafah rasyidah yang mengikuti manhaj kenabian, kemudian beliau (Rasulullah)terdiam.(HR. Ahmad dan Bazzar).

 

Masih ingatkah kita dengan hadist yang lain? Ketika itu terjadi perbincangan “ketika itu kami bersama Abdullah bin Amr bin Ash, Dia Tanya “kota manakah yang akan lebih dahulu dibebaskan, kota konstantinopel atau kota rumiyah(Roma)? Rasulullah menjawab “Kotanya Heraclius akan dibebaskan terlebih dahulu, yaitu kota konstantinopel” (HR. Ahmad).

Konstantinopel telah dibebaskan oleh pejuang besar kaum muslimin, Muhammad Al Fatih. Dan sekarang tinggal Kota Roma, ibukota vatikan. Kota itu insyallah tidak lama lagi akan kita taklukkan. Kota itu sedang menunggu kerja keras orang-orang shalih seperti anda. Kota Roma bisa dibebaskan jika khilafah rasyidah tegak kembali.

Suara panggilan Kota Roma itu sudah semakin nyaring terdengar.
Pada saatnya ...ketika pertolongan datang, cahaya akan kembali bersinar terang. Langit menjadi cerah kembali,setelah sekian lama tertutup mendung  kejahiliahan, kekufuran, dan kedzaliman akan tercabut sampai ke akar-akarnya.

Pada saat itu, masyarakat akan kembali pada fitrahnya yang bersih dan suci, hak-hak akan diberikan. Kewajiban-kewajiban akan ditunaikan sebagaimana perintah Allah. Keharaman-keharaman akan ditinggalkan sebagaimana larangan Allah.

Pada saat itu, yang miskin tidak akan terhalangi mendapatkan hak dan kebahagiaan hidup, sementara yang kaya merasa aman dan bahagia, yang muda menghormati yang tua,  dan yang tua mencintai yang muda.

Pada saat itu, pemuda pemudi akan merasa takut kepada hukum Allah, tidak akan ditemukan kelompok-kelompok remaja malam-malam asyik berkhalwat, ikhtilat dengan gayanya yang hedonis ditaman-taman kota dan ditaman-taman kampus. Juga tidak ada lagi pelajar yang menjual diri hanya untuk memenuhi biaya pendidikan yang sangat kelewat mahal, Juga tidak akan ada lagi rumah-rumah yang menjajakan wanita. Mereka akan takut kepada sangsi hukum Allah, dan berusaha mencari ridha-Nya. Apalagi tidak ada lagi biaya pendidikan, semua akan dijamin. Begitu pun para wanita, akan dimuliakan, tidak dijual belikan,dipertontonkan dan dimanfaatkan lagi. Wanita akan mencetak generasi-generasi yang tangguh dan terpilih.

Pada saat itu, tidak ada lagi ruang gerak untuk kapitalisme dan sosialisme, yang ada adalah islam, yang menebarkan rahmat ke seluruh alam. Kaum muslim, non  muslim, hewan-hewan dan mahluk yang lain bahagia karenanya, semua menikmati nikmat itu,tanpa terkecuali.
Pada saat itu, rahmat dan berkah akan turun dari langit dan keluar dari dalam bumi, semua mersakan dan menikmati kebahagiaan, ketentraman, kedamaian, dan keadilan di bawah kibaran  panji  islam.

Pada saat itu, manusia tidak lagi dipimpin oleh pemimpin yang mementingkan dirinya sendiri, keluarganya sendiri, atau mementingkan Negara-negara penjajah penghisap darah. Yang ada adalah pemimpin yang amanah dan taqwa kepada Allah, pemimpin yang merasa telah berbuat dzalim ketika ada satu anggota masyarakat yang kelaparan. Pemimpin yang merasakan lapar terlebih dahulu dibanding  rakyatnya, dan yang paling  terakhir  kenyang. Pemimpin yang merasa telah berdosa ketika ada satu rakyatnya yang melakukan kemaksiatan. Pemimpin yang merasa bersalah ketika ada rakyatnya yang menangis karena sedih, bukan yang suka jalan-jalan, padahal rakyatnya sedang banyak masalah, bukan pemimpin yang “busung kenyang” ketika rakyatnya busung lapar. Bukan pemimpin yang suka bernyanyi ketika rakyatnya sedang terkena bencana, juga bukan pemimpin yang  suka menjamu para penjajah padahal rakyatnya sedang dibantai.

Pada saat itu, sudah tidak ada lagi yang dihukum karena mengerjakan kebaikan dan ketaatan kepada Allah. Tidak ada lagi orang yang bebas berbuat kesalahan dan kedzaliman, siapapun orangnya saat itu akan diperlakukan sama dihadapan hukum Allah. Hukum Allah akan diterapkan pada siapa saja, bahkan terhadap putri kesayangan pemimpin kaum muslim sekalipun.

Pada saat itu, tiada yang lebih mulia, kecuali ketaqwaan seseorang kepada Allah, pada saat itu orang mulia bukanlah orang yang banyak hartanya,yang punya jabatan tinggi atau yang rumahnya paling megah.

Pada saat itu, tiada yang dicari oleh manusia kecuali keridhaan dari Dzat yang menggenggam langit dan bumi.

Pada saat itu, ketika datang pertolongan dan kemenangan, manusia akan berbondong-bondong masuk ke Agama Allah, mereka bertasbih dan memuji Tuhannya. Mereka bertobat dari apa yang telah mereka lakukan. Dan sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat.(TQS. An Nasr 1-3)

Pada saat itu Allah akan mengokohkan agama-Nya dan menjadikan orang-orang yang beriman berkuasa, sebagaimana janji Allah.” Dan Allah Telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana dia Telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang Telah diridhai-Nya untuk mereka, dan dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik.”

Pada saat itu tidak akan ada lagi bendera-bendera fanatisme berkibar yang selama ini telah memporakporandakan bangunan umat yang satu.
Pada saat itu yang ada hanya satu umat, satu akidah, satu pemimpin, dan satu bendera: La ilaaha Illallah,Muhammadur Rasulullah!
Allahu Akbar. (Giri, BKLDK Jayapura)

Terakhir Diupdate ( Sabtu, 10 Juli 2010 20:37 )  

Add comment

Security code
Refresh

dk tv "Wajah Asli Obama"

Statistik Website

Anggota : 22
Konten : 1041
Jumlah Kunjungan Konten : 219890






















 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Admin
Redaksi
Marketing

Share on facebook

Share on facebook